Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Membuat Makalah yang Baik dan Benar

Saat kita sekolah seringkali kita mendapat tugas makalah baik dari pelajaran Bahasa Indonesia sampai Olahraga. Namun, sudah tahukah Anda ciri - ciri makalah yang baik dan benar sesuai dengan Tata Bahasa Indonesia? Jika belum anda berada pada artikel yang tepat, lanjutkan membaca untuk menemukan jawabannya dan anda jadikan pedoman dalam membuat tugas makalah anda.

Sebenarnya sudah banyak yang membahas ini di blog lain . Tapi disini juga akan saya jelaskan teknik pembuatannya di Microsoft Word begitupun juga saya tambahkan Contoh Makalah agar dapat anda jadikan acuan.

Susunan Kerangka Makalah:

Ada beberapa poin/unsur yang harus ada dalam makalah yakni:
  1. Cover
  2. Kata Pengantar
  3. Daftar Isi
  4. Bab I Pendahuluan
  5. Bab II Pembahasan
  6. Bab III Penutup
  7. Daftar Pustaka
Ada beberapa variasi dalam pembuatan makalah seperti Motto, lembar persembahan, Lampiran dan lain-lain. Namun pada dasarnya 7 poin di atas yang selalu ada sebagai kerangka makalah.


1. Cover Makalah yang baik dan benar

Cover makalah yang baik dan benar setidaknya harus mengandung 4 hal ini:
  1. Judul Makalah
  2. Logo
  3. Nama Penyusun (Disusun oleh:)
  4. Nama Instansi, Sekolah, Perguruan Tinggi Anda.
  5. Tahun Ajaran
Contoh nya bisa anda lihat di bawah ini, file ini hanya contoh untuk pengaplikasiannya harus disesuaikan sesuai instansi atau kehendak guru/dosen anda.


2. Menulis Kata Pengantar yang baik dan benar

Sebenarnya tak ada acuan dalam kata pengantar yang baik dan benar. Namun, alangkah baiknya jika kata pengantar yang ada dalam makalah anda memiliki poin-poin di bawah ini agar kualitas Kata Pengantar anda lebih bernilai.

  1. Sesuai EYD sudah pasti
  2. Ucapan terimakasih kepada pihak yang terlibat
  3. Dasar Pemikiran anda sebagai penulis dan kenapa anda menyusun makalah ini
  4. Basa-basi singkat mengenai isi makalah anda.
  5. Diakhiri dengan tanda tangan penulis dan Kota, Tanggal Penulisan
Berikut contoh makalah yang baik dan benar:




Meskipun poin diatas dapat meningkatkan kualitas makalah anda namun jika anda membuat banyak makalah dengan topik dan guru/dosen yang berbeda jadi saya sediakan bentuk kata pengantar makalah singkat dan umum yang dapat dengan mudah letakkan di makalah anda

KATA PENGANTAR

Seraya mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat serta Hidayah-Nya, sehingga kita masih dalam keadaan sehat. Dan khususnya, kami (penyusun) bisa menyelesaikan Makalah dengan judul ‘JUDUL MAKALAH ANDA‘.

Makalah ini tentunya jauh dari kata sempurna tapi penulis tentunya bertujuan untuk menjelaskan atau memaparkan point-point di makalah ini, sesuai dengan pengetahuan yang saya peroleh, baik dari buku  maupun sumber-sumber yang lain. Semoga semuanya memberikan manfaat bagi kita. Bila ada kesalahan tulisan atau kata-kata di dalam makalah ini, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Kota Anda, 30 Maret 2016


Penyusun

3. Cara Membuat Daftar Isi dengan benar 

Nah ini merupakan poin penting yang seringkali salah pembuatannya oleh para penyusun makalah. entah karena mereka tidak tahu cara pembuatannya atau malah sudah tahu tapi malas membuatnya (Parah!). 

Jika anda merupakan orang yang membuat daftar isi dengan menekan tombol titik dari ujung sampai ujung halaman dan di akhiri dengan nomor halaman, segera hentikan kebiasaan ini! dan baca teknik-teknik dalam microsoft word untuk membuat makalah yang baik dan benar.

Pembuatan garis titik-titik dalam daftar isi bukan menggunakan tombol titik tapi menggunakan tombol TAB.

Cara membuat titik-titik menggunakan tabulasi dalam daftar isi  adalah sebagai berikut: 
  1. Tampilkan Ruler , menu View>centang pada Ruler Cara membuat titik-titik menggunakan tabulasi dalam daftar isi
  2. Klik 2 kali pada ruler di posisi yang diinginkan (biasanya saya meletakkan nya di 13 cm untuk ujung leader (titik-titik) dan 13,5 cm untuk nomor halamannya. Lebih jelasnya lihat gambar.
    Cara membuat titik-titik menggunakan tabulasi dalam daftar isi
    *Jika satuan anda masih inch dan ingin mengubahnya menjadi centimeter. Anda dapat merubahnya di File>Option>Advanced> "Show Measurement of unit in:" ganti ke centimeter
  3. Ubah "Leader"-nya ke ".........". perhatikan gambar di bawah. lalu klik OK
    Cara membuat titik-titik menggunakan tabulasi dalam daftar isi
  4. Sekarang ketika anda menekan tombol tab "......." akan muncul secara otomatis sampai ke titik 13 cm. kemudian tambahkan satu lagi di titik 13,5 cm lalu hilangkan leader nya seperti gambar dibawah ini. 
    Cara membuat titik-titik menggunakan tabulasi dalam daftar isi
    ini digunakan sebagai batas pemisah titik-titik dengan nomor halaman agar terlihat lebih rapi
  5. Tekan tombol TAB sekali anda akan mendapatkan titik-titik tekan tombol TAB sekali lagi dan anda mendapat jarak yang pas dan nomor halaman yang sejajar dengan baris dibawahnya
    ini hasilnya:


    Cara membuat titik-titik menggunakan tabulasi dalam daftar isi

Pada umumnya daftar isi hanyalah petunjuk arah atau peta dalam makalah anda untuk menunjukan poin-poin tertentu dalam makalah anda. Jadi saya rasa tidak perlu terlalu panjang saya jelaskan. intinya sesuaikan Poin makalah anda dengan nomor halaman makalah anda. Lebih jelasnya lihat contoh daftar isi dibawah ini:

DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL....................................................................................... .... i
KATA PENGANTAR..................................................................................... .... ii
DAFTAR ISI................................................................................................... .... iii

BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah.......................................................................................... 1
C.     Tujuan Penulisan............................................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN
A.    Sistem Basis Data...................................................................................... .... 2
B.     Konstruksi Basis Data............................................................................... .... 3
C.     Jenis Fail Basis Data.................................................................................. .... 4
D.    Normalisasi................................................................................................ .... 4
E.     Entity Relationship Diagram (ERD)......................................................... .... 10
F.      Structured Query Language (SQL)........................................................... .... 12

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan..................................................................................................... 14
B.     Saran............................................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA

Ini file doc untuk microsoft word nya yang bisa anda gunakan sebagai acuan:

Penjelasan tentang pembuatan daftar isi secara lebih mendetail dapat dilihat di artikel saya yang berjudul Contoh Daftar Isi Makalah

4. Menulis "BAB I : Pendahuluan" yang baik dan benar

BAB I Pendahuluan merupakan Bagian awal atau perkenalan dari makalah anda disini akan dijelaskan hal-hal yang perlu diketahui pembaca sebelum masuk kedalam pembahasan. Pada umumnya ada 3 poin yang sebaiknya ada dalam sebuah Pendahuluan makalah.
  1. Latar Belakang (Latar Belakang Masalah)
    Latar Belakang yang baik dan benar adalah alasan penulis membuat makalah tersebut. Biasanya berisi dengan kalimat "Di jaman ini", "Dewasa ini" "Pada saat ini" dan diikuti dengan masalah yang ada di masyarakat seperti "Terlalu banyak remaja dan anak-anak yang selalu menghabiskan waktunya dengan gadget". Sudah dapat gambarannya? Intinya adalah sebuah pernyataan tentang masalah yang akan dibahas di makalah tersebut.
  2. Rumusan Masalah
    Rumusan masalah yang baik dan benar berisi pertanyaan yang akan terjawab setelah anda membaca makalah ini. Lebih mudahnya lihat kembali poin makalah anda lalu buat pertanyaan dari poin tersebut.

    Poin makalah: Sistem Basis Data  >>> Rumusan Masalah: Apa pengertian dari Sistem Basis Data?

    Cukup mudah bukan?
  3. Tujuan Pembuatan
    Tujuan Pembuatan yang baik dan benar akan menjelaskan keinginan penulis membuat makalah tersebut. Agar tidak bingung tulis saja
    "Agar pembaca dapat memahami 'Poin makalah anda'"
    "Agar pembaca dapat memahami 'Konsep Sistem Basis Data'"

    Mudah bukan?

    contoh lengkapnya bisa anda lihat dibawah ini:
BAB  I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Semakin berkembangnya teknologi informasi pada saat ini sangat membantu setiap pekerjaan manusia.Seperti dalam hal pengumpulan data, setiap orang dalam suatu institusi atau perusahaan pasti tidak bisa lepas dari menggunakan DBMS (Database Management System).Dari yang sederhana seperti menggunakan Microsoft Access sampai dengan menggunakan DBMS yang cukup kompleks seperti Oracle.DBMS ini bertujuan untuk mempermudah dalam hal penyimpanan data maupun dalam hal manipulasi data, yang nantinya data tersebut dapat digunakan kembali apabila diperlukan.

Selain teknologi pengumpulan data yang terus berkembang, teknologi penyimpanan data pun terus mengalami peningkatan. Dahulu biasanya suatu media penyimpanan seperti Harddisk mempunyai kapasitas dalam ukuran Giga, tetapi sekarang banyak ditemui kapasitas Harddisk yang sampai pada ukuran Tera.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Basis Data ?
2.      Bagaimana Konstruksi, Jenis dan Normalisasi Basis Data ?
3.      Apa itu ERD dan SQL ?

C.    Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui :
1.      Pengertian Basis Data
2.      Jenis, Konstruksi dan Normalisasi Basis Data
3.      SQL dan ERD


Download File Doc nya sebagai acuan



5. Cara Menulis "BAB II PEMBAHASAN" yang baik dan benar

Ini merupakan bab yang paling sering ditanyakan sekaligus menurut saya tidak ada jawaban pastinya. Karena Pembahasan merupakan inti dari makalah anda poin dan aturan penulisan, paragraf dan lainnya sangat tergantung pada anda dan pembimbing anda. 

Jadi dalam poin ini saya hanya bisa memberikan beberapa saran umum yang tak terlalu berarti yakni:
1. Gunakan EYD 
2. Bahas lah poin secara umum lalu spesifik.
3. Pastikan dapat menjawab pertanyaan dari rumusan masalah

Mulailah dari membahas hal seperti Landasan teori, Definisi, Lalu ke hal spesifik seperti jenis-jenis nya, ciri-ciri, lalu solusinya.

Contoh Pembahasan bisa anda lihat di contoh makalah dalam situs ini. karena setiap isinya berbeda.

6. Cara penulisan "BAB III PENUTUP" yang baik dan benar

BAB III PENUTUP Berisi 2 poin penting yakni Kesimpulan dan Saran:

Kesimpulan adalah penjelasan singkat mengenai isi dari bab ii pembahasan dan hal-hal penting yang dapat diambil dari pembahasan tersebut.

Saran adalah Opini  tentang Keputusan/Pernyataan/Tindakan yang seharusnya pembaca ambil dari sisi penulis setelah memahami isi pembahasan.

Jika pusing dengan kalimat di atas lihat contohnya di bawah ini:

BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Karya ilmiah/karya tulis ilmiah (KTI) merupakan tulisan yang mengungkapkan buah pikiran, yang diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian, atau peninjauan terhadap sesuatu yang disusun menurut metode dan sistematika tertentu, dan yang isi dan kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.

B.     SARAN
Dalam pembuatan makalah ini penulis mendapatkan pengalaman yang sangat berharga mengenai pengetahuan sistematika dan penulisan Karya Tulis Ilmiah Sederhana. Penulis menyarankan kepada semua pembaca untuk mempelajari sistematika dan penulisan Karya Tulis Ilmiah Sederhana dalam membuat sebuah karya tulis. Dengan mempelajari sistematika dan penulisan Karya Tulis Ilmiah Sederhana diharapkan mahasiswa dan mahasiswi memiliki ketetapan dalam menyampaikan dan menyusun suatu gagasan agar yang disampaikan mudah dipahami dengan baik.


Download Contoh .doc nya sebagai acuan



7. Penulisan DAFTAR PUSTAKA yang baik dan benar

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam penulisan daftar pustaka yaitu Anda harus memiliki data dari buku yang anda gunakan sebagai referensi meliputi nama pengarang, tahun buku itu dikarang, judul karangan, kota terbit dan penerbit karangan tersebut.

Berikut ini cara penulisan Daftar Pustaka yang baik dan benar.
  1. Nama penulis diurutkan secara alphabet dari A-Z, nama pengarang yang ditulis lebih dahulu adalah nama belakang, jika ada nama atau buku asing maka sebaiknya didahulukan dulu untuk ditulis.
  2. Beri Tanda titik sebagai jeda kemudian tulis tahun buku diterbitkan
  3. Selanjutnya beri tanda titik lagi dan tulis judul buku yang dicetak miring atau ditulis tebal dan diberi garis bawah.
  4. Beri tanda titik lagi kemudian tulis kota tempat buku diterbitkan.
  5. Yang terakhir setelah kota beri titik dua dan tulis penerbit buku tersebut
  6. Jika yang dipakai referensi pengarangnya sama tapi bukunya berbeda, anda dapat menuliskannya tepat dibawah nama penulis dan memberi garis panjang.
  7. Sebaiknya dipisah antara referensi yang berasal dari buku, internet atau media cetak.
Contoh Penulisan Daftar Pustaka

1. Penulisan daftar pustaka yang pengambilan datanya dari internet

Pertama; tulis nama,
Kedua; tulis (tahun buku atau tulisan dibuat dalam tanda kurung) setelah itu beri (tanda titik),
Ketiga; tulis judul buku/tulisannya lalu beri (tanda titik) lagi,
Keempat; tulis alamat websitenya gunakan kata (from) untuk awal judul web dll setelah itu beri tanda koma,
Kelima; tulis tanggal pengambilan data tersebut ok.
Seperti contoh dibawah ini:
· Albarda (2004). Strategi Implementasi TI untuk Tata Kelola Organisasi (IT Governance).

2. Penulisan daftar pustaka yang pengambilan datanya dari buku

Pertama; penulisan nama untuk awal menggunakan huruf besar terlebih dahulu setelah nama belakang ditulis beri (tanda koma), dimulai dari nama belakang lalu beri (tanda koma) dan dilanjutkan dengan nama depan,
Kedua; Tahun pembuatan atau penerbitan buku,
Ketiga; Judul bukunya ingat ditulis dengan mengunakan huruf miring setelah judul gunakan (tanda titik),
Keempat; Tempat diterbitkannya setelah tempat penerbitan gunakan (tanda titik dua),
Kelima; Penerbit buku tersebut diakhiri dengan (tanda titik).Seperti contoh dibawah ini:
· Peranginangin, Kasiman (2006). Aplikasi Web dengan PHP dan MySql. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset. · Soekirno, Harimurti ( 2005). Cara Mudah Menginstall Web Server Berbasis Windows Server 2003. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Contoh Makalah

Berikut saya sertakan contoh makalah sebagai acuan anda dalam pembuatan makalah.

Makalah Tentang Penyakit Kanker

PENYAKIT KANKER

 

 

 

 

 

 

 

 

DI SUSUN OLEH :

 

1. Kalfin Alfiansyah

2. Farhan Hidayat

3. Elika Gustianu

4. Nadya Ayu Safitri

5. Mutia Rahma Putri

6. Vera Melinda


 

 

KATA PENGANTAR

 

Seraya mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat serta Hidayah -Nya, sehingga kita masih dalam keadaan sehat. Dan khususnya, kami (penyusun) bisa menyelesaikan Makalah dengan judul PENYAKIT KANKER

 

Makalah ini tentunya jauh dari kata sempurna tapi penulis tentunya bertujuan untuk menjelaskan atau memaparkan point-point di makalah ini, sesuai dengan pengetahuan yang saya peroleh, baik dari buku  maupun sumber-sumber yang lain. Semoga semuanya memberikan manfaat bagi kita. Bila ada kesalahan tulisan atau kata-kata di dalam makalah ini, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

 

Negerikaton,     Oktober 2019

 

 

Penyusun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL............................................................................................. i

KATA PENGANTAR........................................................................................... ii

DAFTAR ISI......................................................................................................... iii

 

BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah................................................................................ 1

1.2.Rumusan Masalah......................................................................................... 1

1.3.Tujuan Penulisan........................................................................................... 1

 

BAB II PEMBAHASAN

2.1.  Pengertian Kanker......................................................................................... 2

2.2.  Faktor Penyebab Kanker............................................................................... 2

2.3.  Gejala Kanker................................................................................................ 5

2.4.  Dampak Kanker............................................................................................. 6

2.5.  Jenis Kanker.................................................................................................. 7

 

BAB III PENUTUP

A.        Kesimpulan.................................................................................................. 11

B.        Saran............................................................................................................ 11

 

DAFTAR PUSTAKA


 


BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.Latar Belakang

Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Gumawan Achmad seorang ginekolog (Kompas, 2001) menyatakan bahwa dua pertiga dari penderita kanker di dunia berada di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu, Siti Fadilah Supari (2005), menyatakan bahwa kanker telah menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Begitu pula dalam sambutannya ketika membuka Temu Ilmiah Dokter Bedah Onkologi Indonesia ke-1 (1stInternational Scientific Meeting di Indonesi Society of SurgicalOncologyst/ISSO), beliau menyatakan bahwa jumlah pasien kanker di Indonesia mencapai 6% dari 200 juta lebih penduduk Indonesia (Media Indonesia, 2005). Bahkan telah diperkirakan bahwa menjelang permulaan abad ke-21, peta penyakit di Indonesia akan mendekati peta penyakit di negara maju dimana penyakit kanker berada padaurutan ketiga penyebab terjadinya kematian setelah penyakitkardiovaskuler dan kecelakaan (Tambunan, 1995 dalam Lumungga 2009).

Oleh karena sangat pesatnya pertambahan penderita kanker, sangat penting bagi masyarakat untuk menghindari penyakit kanker dengan mengetahui faktor-faktor penyebabkanker dan melakukan tindakan pencegahan agar kanker tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya dengan salah satu caranya yaitu melakukan diit kanker.

 

1.2.Rumusan Masalah

1.     Apa pengertian kanker ?

2.     Apakah faktor penyebab kanker ?

3.     Bagaimana gejala kanker ?

4.     Apa dampak kanker ?

5.     Apa saja jenis kanker?

 

1.3.Tujuan Penulisan

1.     Dapat mengetahui pengertain kanker

2.     Dapat mengetahui faktor penyebab kanker

3.     Dapat mengetahui gejala kanker

4.     Dapat mengetahui dampak kanker

5.     Dapat mengetahui jenis kanker

.

BAB II

PEMBAHASAN

.

2.1.   Pengertian Kanker

Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan terus membelah diri, selanjutnya menyusup ke jaringan di sekitarnya (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta saraf tulang belakang. Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri jika ada penggantian sel-sel yang telah mati dan rusak. Sebaliknya, sel kanker akan membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan terjadi penumpukan sel baru. Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya (Mangan, 2009).

Kanker adalah suatu jenis penyakit berupa pertumbuhan jaringan yang tidak terkendali kerena hilangnya mekanisme kontrol sel sehingga pertumbuhan menjadi tidak normal. Penyakit ini dapat menyerang semua bagian organ tubuh. Baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Akan tetapi, lebih sering menyerang orang yang berusia 40 tahun (Uripi, 2002).

 

2.2.   Faktor Penyebab Kanker

Sampai saat ini, penyebab kanker belum diketahui pasti. Ada banyak faktor penyebab yang dapat menimbulkan kanker pada binatang percobaan. Namun, hal ini belum sepenuhnya dapat dibuktikan pada manusia, walaupun patut mendapat perhatian. Gaya hidup modern dewasa ini juga dapat meningkatkan resiko pertumbuhan kanker. Misalnya saja kebiasaan merokok, konsumsi minuman keras yang berlebihan, banyak makan makanan yang berlemak, dan berganti-ganti pasangan seksual. Karsinogen secara umum dapat diartikan sebagai penyebab yang dapat merangsang pertumbuhan kanker (Dalimartha, S. 2004).

Faktor Penyebab Kanker antara lain :

1.     Umur

Kebanyakan kanker menyerang orang yang berumur di atas 60 tahun. Tetapi tidak sedikit orang yang jauh lebih muda, bahkan anak-anak di bawah umur lima tahun, yang juga terkena kanker.

 

2.     Tembakau

Asap rokok/tembakau yang dihirup baik perokok aktif maupun perokok pasif dapat menyebabkan kanker paru-paru, kanker pita suara, kanker mulut, tenggorokan, ginjal, kandung kencing, kerongkongan, perut, pankreas, leukemia, dan leher rahim. Bukan hanya asapnya, bahkan sering menghirup aroma tembakau pun dapat menyebabkan kanker, dan mengunyah/menghisapnya (misal dalam bentuk susur –Jw) dapat menyebabkan kanker mulut.

3.     Sinar Matahari

Sinar matahari pagi baik untuk kesehatan. Tetapi sinar matahari siang, yang banyak mengandung ultraviolet, dapat menyebabkan kanker kulit. Gunakan payung, topi lebar, dan pakaian yang sebanyak mungkin menutup tubuh untuk melindungi diri dari sinar ultraviolet. Kulit yang tidak terlindungi, sebaiknya diolesi dengan sunscreen yang mengandung sun protection factor (SPF) paling sedikit 15.Sinar ultraviolet dapat menembus kaca, pakaian yang tipis, juga dapat dipantulkan oleh pasir, air, salju, dan es. Perlu diingat, bahwa lampu-lampu ultraviolet yang banyak dijual di toko juga dapat menyebabkan kanker.

4.     Zat-zat Kimia

Banyak zat kimia yang ditambahkan dalam makanan/minuman modern yang dapat menjadi pemicu kanker, misalnya zat pengawet, pewarna buatan, pemanis buatan, perasa buatan. Padahal, hampir semua makanan/minuman produksi pabrik atau yang dijual di warung/restoran mengandung zat-zat tambahan tersebut. Tetapi makanan yang disiapkan di rumah pun belum tentu bebas resiko kanker. Karena kebanyakan sayur-sayuran dan buah-buahan ditanam dengan mengandalkan pupuk buatan dan pestisida. Makanan yang dipanggang, dibakar, atau digoreng dengan minyak jelantah juga berpotensi menyebabkan kanker. Begitu juga air yang terpolusi deterjen maupun limbah-limbah kimiawi lainnya(walaupun telah dijernihkan).Zat-zat kimia lain penyebab kanker dapat masuk ke tubuh manusia melalui udara, misal bensin, asbes, kadmium, nikel, vinil klorida, dan sebagainya.

5.     Infeksi Virus dan Bakteri

Beberapa jenis virus dan kuman dapat meningkatkan resiko kanker, antara lain:

a.      Virus human papilloma (HPV), merupakan penyebab utama kanker leher rahim dan dapat meningkatkan resiko timbulnya kanker jenis lain. Virus hepatitis B dan hepatitis C dapat memicu timbulnya kanker hati. Virus human T-cell leukemia/lymphoma (HTLV-1) meningkatkan resiko limfoma dan leukemia. Virus human immunodeficiency (HIV) yang dikenal sebagai penyebab AIDS ini meningkatkan resiko limfoma dan Kaposi’s sarcoma.

b.     Virus Epstein-Barr meningkatkan resiko terjangkitnya limfoma. Virus human herpes 8 (HHV8) dapat menyebabkan Kaposi’s sarcoma. Helicobacter pylori penyebab luka lambung dan usus juga dapat menimbulkan kanker disepanjang saluran pencernaan.

6.     Diet, Kegemukan, dan Kurang Gerak

Terlalu banyak mengkonsumsi daging merah dan garam diduga dapat meningkatkan resiko kanker usus, rektum, dan kanker lain di daerah perut. Sebaliknya banyak mengkonsumsi sayur dan buah dapat mengurangi resiko kanker di sepanjang saluran pencernaan.

Kegemukan dan kurang gerak dapat memicu timbulnya kanker payudara, endometrium, ginjal, usus besar, dan kerongkongan. Untuk mencegahnya, setiap hari berolahragalah setidaknya selama 30 menit.

7.     Alkohol

Konsumsi alkohol dapat memicu kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, pita suara, liver, dan payudara.

8.     Hormon

Hormon estrogen yang berlebihan dalam tubuh dapat meningkatkan kemungkinan terjangkitnya kanker kandungan dan kanker payudara. Sedang hormon progesteron dapat mencegah timbulnya kanker endometrium, tetapi meningkatkan resiko kanker payudara. Kedua jenis hormon tersebut banyak digunakan sebagai bahan pil KB maupun terapi sulih hormon pada wanita menopause. Penggunaan jangka panjang dapat mengurangi resiko kanker kandungan dan endometrium, tetapi meningkatkan resiko kanker payudara dan kanker liver.

 

9.     Riwayat Keluarga

Faktor-faktor pemicu di atas baru akan menimbulkan kanker kalau berhasil membuat sebuah gen dalam inti sel berubah (bermutasi). Jika sistem kekebalan tubuh tidak mampu memperbaiki atau menghancurkan gen yang mengalami mutasi ini, gen tersebut membuat sel normal berubah menjadi sel ganas, yang seterusnya berkembang menjadi kanker. Adakalanya gen pembawa sifat ini kemudian diturunkan kepada anak, yang membuat anak tersebut memiliki gen yang tidak normal. Sekalipun demikian gen tidak normal ini belum tentu berkembang menjadi kanker, karena masih tergantung pada ada-tidaknya pemicu-pemicu lain dan kuat-tidaknya daya tahan tubuhnya. Lagipula tidak semua jenis kanker diturunkan. Hanya kanker jenis tertentu yang memiliki kecenderungan diturunkan, yakni melanoma (kanker kulit), payudara, kandungan, prostat, dan usus besar (Dalamartha,S. 2004).

 

2.3.   Gejala Kanker

Pada stadium dini, kanker biasanya belum menimbulkan keluhan atau rasa sakit. Biasanya penderita menyadari bahwa tubuhnya telah terserang kanker ketika sudah timbul rasa sakit, padahal saat ada keluhan tersebut kanker sudah memasuki stadium lebih lanjut. Pengenalan gejala kanker harus dilakukan sedini mungkin, meskipun tidak ada rasa gangguan atau rasa sakit. Dengan mengetahui serangan kanker yang masih dalam stadium dini angka kesembuhan semakin besar. Pengenalan gejala kanker dapat dilakukan sendiri dengan cara WASPADA yang merupakan kependekan dari istilah-istilah sebagai berikut:

W = Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan atau terganggu.

A = Alat pencernaan terganggu dan susah menelan.

S = Suara serak dan batuk yang tidak kunjung sembuh.

P = Payudara atau ditempat lain ada benjolan.

A = Andeng-andeng atau tahi lalat berubah sifat, menjadi semakin besar dan gatal.

D = Darah atau lendir yang tidak normal keluar dari lubang-lubang tubuh.(Mangan, 2009).

Pencegahan Kanker

Kanker dapat dikatakan sebagai penyakit gaya hidup karena dapat dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat dan menjauhi faktor risiko terserang kanker. Berikut beberapa cara pencegahan kanker secara dini :

1.     Hindari makanan tinggi lemak, makanan instan yang mengandung bahan pewarna dan bahan pengawet, serta makanlah makanan dengan gizi seimbang.

2.     Hindari hubungan seksual dengan pasangan yang bukan suami atau istri sendiri, atau berganti-ganti pasangan.

3.     Hindari asap rokok atau berhentilah merokok.

4.     Hindari stress dan konflik yang berkepanjangan.

5.     Hindari terkena sinar matahari yang berlebihan.

6.     Periksakan kesehatan secara berkala.

7.     Minumlah air murni yang sudah melaui proses penyaringan misalnya proses penyaringan reverse osmosis (RO).

8.     Hindari terapi hormon sintesis.

9.     Hindari penggunaan hormone sintesis saat KB dalam jangka waktu lama.

10.  Rutin mengonsumsi vitamin A, C, E, B kompleks, dan suplemen yang bersifat antioksidan, peningkat daya tahan tubuh, dan pembuang racun. Misalnya, rutin mengonsumsi klorofil (Mangan, 2009).

 

2.4.   Dampak Kanker

Dampak kanker menurut Dalimartha, S (2004), diantaranya :

a.      Akibat pertumbuhan tumor ganas yang infasif

Pertumbuhan sel kanker dapat menekan (kompresi) organ-organ tubuh disekitarnya sehingga menyebabkan luka (erosi), bahkan luka tembus (perforasi) berbagai organ. Bila yang diinvasi organ vital, seperti otak, saluran nafas (bronkus), sumsum tulang belakang (Medula spinalis), usus dan saluran empedu, luka tersebut akan menimbulkan komplikasi gawat yang memerlukan tindakan segera.

Akibat erosi dan perforasi dapat terjadi pendarahan. Kadang timbul saluran (fistula) yang menghubungkan poros usus dengan kandung kencing (Fistula rektovesika urinaria). Akibat lain dari ifasi tumor antara lain rasa nyeri atau adanya gangguan fungsi kelenjar yang menyebabkan penyakit seperti : diabetes, insipidus dan penyakit addison.

b.     Akibat tidak langsung dari kanker

Secara tidak langsung, kanker menyebabkan banyak gangguan, seperti timbul demam, berat badan turun, tidak nafsu makan, kurang darah (anemia), rasa lemas, maupun daya tahan tubuh menurun. Dalam keadaan tersebut, seseorang akan mudah terserang penyakit infeksi, mengalami kenaikan kadar kalsium dan asam urat, rematik, serta berbagai keluhan lainnya. Kanker juga mempengaruhi metabolisme tubuh. Beberapa jenis tumor memproduksi hormon yang dapat menyebabkan turunnya kadar glukosa darah (hipoglikemia). Penderita kanker juga kurang mampu menggunakan lemak sebagai sumber energi. Sel kanker pun ternyata ikut mengkonsumsi kalori dan zat gizi yang masuk ke dalam tubuh.

c.      Akibat pengobatan kanker

Pengobatan dengan sitostatika bisa menimbulkan demam hingga menggigil, selain itu dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada sumsum tulang sehingga jumlah sel darah putih menurun atau lekopenia. Dalam keadaan ini dapat menyebabkan turunnya daya tahan tubuh disamping itu juga terjadi penurunan jumlah trombosit yang menyebabkan timbulnya pendarahan apalagi bila disertai erosi saluran pencernaan. Pada saluran pencernaan hal itu bisa menimbulkan diare, gastritis, sariawan, ulkus lambung, ataupun ileus. Melemahnya otot jantung akan menyebabkan kegagalan jantung untuk memompa darah, komplokasi lain yang dapat terjadi adalah terbentuknya jaringan ikat atau pibrosis di paru-paru dan hati, kerusakan ginjal, hiperpigmentasi, rambut rontok, rasa kesemutan, pendarahan rahim, kecing berdarah dan sebagainya. Komplikasi-komplikasi tersebut tergantung jenis obat sitostatika yang diberikan.

Pengobatan dengan penyinaran bisa menimbulkan berbagai macam komplikasi tergantung pada letak penyinaran tersebut. Penyinaran dibagian leher dapat menyebabkan rasa kering di mulut, timbulnya sariawan, rasa kaku dileher akibat timbulnya fibrosis, mual, dan kadang muntah. Penyinaran pada saluran cerna dapat menimbulkan nyeri perut, tidak nafsu makan, dan kehilangan berat badan. Penyinaran pada kanker serviks dapat menimbulkan gangguan pada kandung kemih, rektum, atau radang kronis disekitar panggul.

Operasi pun dapat menimbulkan komplikasi, komplikasi operasi radikal pada kanker serviks seperti pendarahan, trauma ureter, vesika urinaria, usus dan saraf, atau timbulnya fistula uretero-vagina, edema kaki, atonia vesika urinaria, dan sebagainya.

 

2.5.   Jenis Kanker

1.     Kanker paru-paru

Penyebab utama kanker paru-paru adalah merokok. Kanker jenis ini paling banyak menyerang orang berusia 55-65 tahun. Ada dua jenis utama kanker ini, kanker sel paru besar yang paling banyak ditemui, dan kanker sel paru kecil yang menyebar lebih cepat.

Selain perokok aktif yang berisiko mengalami kanker paru-paru, perokok pasif pun bisa mengalaminya. Meskipun dampak yang ditimbulkan tidak langsung, Anda disarankan berhenti merokok dan menjauhi asap rokok.

2. Kanker usus

Kanker usus besar tumbuh di jaringan usus besar, sedangkan kanker rektum tumbuh di beberapa sentimeter di usus besar dekat anus. Kebanyakan kasus diawali dengan gumpalan kecil sel jinak atau polip dan dari waktu ke waktu tumbuh menjadi kanker. Pemeriksaan sangat dianjurkan untuk menemukan polip sebelum berubah menjadi kanker.

Seiring bertambah usia, risiko kanker usus justru semakin besar. Kanker ganas ini akan akan lebih berisiko apabila Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol, obesitas atau memiliki riwayat dengan jenis kanker ini. Tes screening lebih awal diperlukan agar kemungkinan bertahan hidup lebih baik.

 

2.     Kanker payudara

Sel kanker biasanya terbentuk di dalam saluran yang mengalirkan susu ke puting susu atau kelenjar yang memproduksi susu. Meski lebih sering dialami oleh wanita, tak menutup kemungkinan kanker payudara juga bisa terjadi pada pria.

Gejala utama dari kanker payudara adalah munculnya benjolan yang terasa berbeda dari jaringan sekitar payudara, disertai keluarnya cairan abnormal hingga disertai dengan nyeri. Perlu diketahui, Anda juga lebih mungkin mendapatkan jenis kanker ini jika memiliki perubahan gen tertentu, rutin konsumsi alkohol, terlambat menopause, menstruasi sebelum usia 11 tahun, belum pernah hamil atau hamil di atas usia 35 tahun, hingga terpapar radiasi.

 

4. Kanker hati

Kanker hati lebih sering terjadi pada mereka yang memiliki penyakit hati kronis seperti sirosis. Jenis kanker ini biasanya disebabkan akibat infeksi kronis dengan penyakit seperti hepatitis B dan C, hemochromatosis, cacat lahir, atau konsumsi alkohol berlebihan. Selain itu, kanker hati juga dapat dikaitkan dengan penyakit liver obesitas dan berlemak.

Perlu diketahui, risiko mengidap kanker hati primer dua kali lipat lebih besar pada pria dan wanita dengan usia rata-rata 60 tahun. Pada umumnya, lebih dari setengah pengidap kanker hati primer memiliki sirosis.

 

5. Kanker prostat

Kanker prostat adalah jenis kanker yang menjadi momok bagi kaum pria, karena penyakit ini menganggu fungsi organ reproduksi pria. Meski begitu, hingga kini penyebab kanker prostat belum diketahui. Pada tingkat dasar, kanker prostat disebabkan oleh perubahan pada DNA sel prostat normal. Hal lain penyebab jenis kanker ini adalah terkait dengan usia lanjut, obesitas, hingga seringnya mengonsumsinya susu tinggi lemak dan daging merah.

 

6. Kanker darah (leukemia)

Pada dasarnya, terdapat banyak jenis kanker darah dan semuanya menyerang jaringan tubuh yang membentuk darah seperti sumsum tulang dan sistem limfatik. Kanker darah mengakibatkan kelebihan produksi sel darah putih yang abnormal.

Saat kondisi normal, sel darah putih akan berkembang di tubuh secara teratur untuk mengatasi infeksi. Namun bagi penderita jenis kanker ini, sumsung tulang akan memproduksi sel-sel darah putih yang abnormal.

Dengan jumlah sel darah putih yang berlebihan, hal itu akan mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang. Selain menumpuk, sel abnormal tersebut juga dapat menyebar ke organ lain seperti limfa, hati, ginjal, paru-paru, otak dan tulang belakang.

Selain jumlah sel darah putih, penyebab kanker darah juga bisa terjadi para mereka yang pernah menjalani pengobatan kanker. Radioterapi atau kemoterapi tertentu diduga dapat memicu kanker darah.

 

.

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

A.    Kesimpulan

Dari beberapa pernyataan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa :

1.     Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal.

2.    Di Indonesia, hasil survei Riset Kesehatan Dasar menunjukkan angka prevalensi penyakit tumor/kanker sebesar 4,3 per 1000 penduduk (Kementerian Kesehatan, 2007). Kanker sebagai penyebab kematian menempati urutan ke tujuh (5,7% dari seluruh penyebab kematian) setelah kematian akibat stroke, tuberkulosis, hipertensi, cedera, perinatal, dan diabetes melitus.

3.     Faktor penyebab kanker :

a.      Umur

b.     Tembakau

c.      Sinar Matahari

d.     Zat-Zat Kimia

e.      Infeksi Virus dan Bakteri

f.      Diet, Kegemukan, dan Kurang Gerak

g.     Alkohol

h.     Hormon

i.       Riwayat Keluarga

3.2 Saran

Setelah memaparkan makalah tentang kanker ini kami berharap pembaca dapat mengantisipasi kanker dengan mengubah pola hidup yang kurang baik dan mengubah menjadi pola hidup yang lebih baik lagi serta meperhatikan pola konsumsi makanan untuk mengurangi prevalensi penyakit kanker di Indonesia demi kesehatan bersama.

  


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Lumungga. 2009. Dukungan Sosial pada Pasien Kanker, Perlukah?. USU Press. Medan.

 

Mangan, Y. 2003. Cara Bijak Menaklukkan Kanker. PT Agromedia Pustaka. Jakarta.

 

Mangan, Y. 2009. Solusi Sehat Mencegah dan Mengatasi Kanker. PT Agromedia Pustaka :            Jakarta

 

Mardiah ; Zakaria,F.R; Asydhad, L.A . 2008. Makanan Anti Kanker. Kawan Pustaka : Jakarta

 

Oemiati,R; Ekowati Rahajeng; Antonius Yudi Kristianto.2011.Prevalensi tumor dan             beberapa faktor yang mempengaruhinya di Indonesia.Badan Penelitian dan             Pengembangan Kesehatan : Jakarta


Makalah Lompat Jauh

MAKALAH
LOMPAT JAUH








 
KATA PENGANTAR

Seraya mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat serta Hidayah -Nya, sehingga kita masih dalam keadaan sehat. Dan khususnya, kami (penyusun) bisa menyelesaikan Makalah dengan judul “MAKALAH LOMPAT JAUH”.

Makalah ini tentunya jauh dari kata sempurna tapi penulis tentunya bertujuan untuk menjelaskan atau memaparkan point-point di makalah ini, sesuai dengan pengetahuan yang saya peroleh, baik dari buku  maupun sumber-sumber yang lain. Semoga semuanya memberikan manfaat bagi kita. Bila ada kesalahan tulisan atau kata-kata di dalam makalah ini, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Negerikaton,     November  2019


Penyusun











DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii

BAB I : Pendahuluan
2.1. Latar belakang 1
2.2. Tujuan 1
2.3. Rumusan masalah 1
BAB II : Pembahasan
2.1. Pengertian Lompat Jauh 2
2.2. Teknik Lompat Jauh 2
2.3. Peraturan – Peraturan dalam Lompat Jauh 3
2.4. Cara mengukur lompatan pada lompat jauh: 5

BAB III : Penutup
3.1. Kesimpulan 6
3.2. Saran 6

DAFTAR PUSTAKA
 
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang 
Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "athlon" yang berarti "kontes". Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama pada 776 SM. Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia). 
Masyarakat lain menggemari kontes atletik, seperti Celtic, Teuton dan Goths yang juga digemari orang Roma. Tetapi, olahraga ini sering dihubungkan dengan pelatihan tempur. Di masa abad pertengahan anak seorang bangsawan akan dilatih dalam berlari, bertarung dan bergulat dan tambahan berkuda, memanah dan pelatihan senjata. Kontes antar rival dan sahabat sangat umum di arena resmi maupun tidak resmi.
Olahraga lompat jauh berkembang pesat di daerah Eropa bahkan sekarang olahraga ini dikenal di seluruh negara – negara di muka bumi ini. Dalam kejuaraan nasional maupun dunia, olahraga ini menjadi salah satu inti dari cabang atletik. Oleh karena itu lompat jauh sangat penting perannya dalam kejuaraan – kejuaraan olahraga nasional maupun dunia.

1.2. Rumusan Masalah 
a. Apa Pengertian Dari Lompat Jauh ? 
b. Bagaimana Teknik Dari Lompat Jauh ? 
c. Apa Saja Peraturan-Peraturan Dalam Lompat Jauh 
d. Bagaimana Cara Mengukur Lompatan Pada Lompat Jauh 

1.3. Tujuan 
a. Agar Siswa  Mengetahui Pengertian Dari Lompat Jauh
b. Agar Siswa  Mengetahui Teknik Dari Lompat Jauh
c. Agar Siswa  Mengetahui Peraturan-Peraturan Dalam Lompat Jauh
d. Agar Siswa  Mengetahui Cara Mengukur Lompatan Pada Lompat Jauh

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Lompat Jauh 
Lompat jauh adalah salah satu cabang olahraga atletik unggulan yang dipertandingkan pada olimpiade. Jika didefenisikan, maka secara sederhana apa yang dimaksud dengan lompat jauh adalah upaya mencapai jarak paling jauh dengan satu kali tolakan. Tujuan dalam lompat jauh adalah memindahkan tubuh dari satu tititk ke titik lainnya dengan sekali lompatan yang dimulai dengan awalan berlari kemudian menolak, selanjutnya melayang dan terakhir mendarat pada titik paling jauh. Cabang lompat jauh ini dibagi lagi ke dalam 3 kategori yakni lompat jauh gaya jongkok atau Tuck, lompat jauh gaya menggantung atau Hang Style, serta gaya berjalan di udara atau Walking In The Air. Ketiga gaya tersebut dibagi berdasarkan sikap badan seorang atlit saat ia sedang dalam keadaan melayang. Sementara itu, gerakan awalan, tumpuan serta pendaratan tidak memiliki perbedaan antara gaya yang satu dan gaya lainnya. 
Dalam melakukan lompat jauh, ada abeberapa hal yang menjadi faktor keberhasilan antara lain: 
1. Kemampuan membangun daya momentum. 
2. Kemampuan memindahkan momentum baik itu gaya vertical maupun horizontal. 
3. Kemampuan menyatukan kedua gaya tadi dengan tenaga yang ada saat melakukan lompatan 
2.2  Teknik Lompat Jauh 
  Saat berbicara soal teknik lompat jauh, ada 4 hal yang paling penting yakni awalan, tolakan, sikap badan saat di udara dan terakhir pendaratan.
1.    GERAKAN AWAL
Gerakan awal dalam lompat jauh dimulai dengan berlari secepat mungkin. Gerakan lari ini dilakukan semaksimal mungkin untuk mendapatkan tolakan terbaik. Pada saat berlari, pelari sedang mengusahakan kecepatan secara horizontal yang kemudian akan diubah menjadi kecepatan vertical dengan cara melakukan tolakan. Pada saat melakukan awalan, seorang atlit harus memperhatikan beberapa hal antara lain: 
Memahami jarak awalan dengan tenaga yang dibutuhkan untuk melompat. Misalnya pelari pemula, untuk mendapatkan kecepatan maksimal ia bisa mengambil jarak lari sekitar 35 meter. Sementara bagi mereka yang telah terlatih, jarak tempuh awalan lari bisa berkisar 45 meter. 
a.       Hal penting di awalan adalah posisi beridri. Hal ini tidak diatur secara baku tetapi bergantung pada kebiasaan para atlit. Pilih kebiasaan yang menghasilkan jarak lompatan maksimal. 
b. Pada saat memulai awalan harus dengan lari yang pelan dan kemudian perlahan mempercepat laju lari. Terkait kecepatan, atlit harus bisa mempertahankan dinamikanya sampai ia melakukan tolakan. 
c. Saat atlit telah mencapai kecepatan yang paling maksimal, maka gerakan lari dilepas begiutu saja dengan tanpa mengurangi kecepatan yang diperoleh pada saat berlari. 
2.    TOLAKAN 
Tolakan merupakan proses dimana di dalamnya mencakup perpindahan kecepatan yang sbeelumnya horizontal menjadi vertical. Tolakan dilakukan dengan sangat cepat dan kuat dengan tujuan agar tubuh terangkat ke atas dari titik satu ke titik berikutnya sejauh mungkin. Tolakan merupakan gerbang menuju poisis tubuh atlit pada saat ia melayang menuju titik terjauh lompatannya. Tolakan yang baik selalu melibatkan kekuatan kaki juga kombinasi ayunan kaki dan tangan yang dimulai dari posisi depan ke atas. Untuk mendapatkan tolakan yang sempurna, seorang atlit harus memperhatikan hal-hal berikut ini: 
a.       Kaki haruslah kuat sebab ia merupakan tumpuan sebelum melayang. 
b. Saat hendak bertumpu, atlit harus mampu melakukannya saat ia tepat berada pada papan tumpuan. 

   Dalam keadaan bertumpu, tangan sebaiknya ikut diayunkan. Demikian juga kaki. Kaki diayunkan dengan cara mengangkatnya tinggi hingga pinggul dan berada dalam posisi lutut yang ditekuk. 
1.    SIKAP BADAN SAAT DI UDARA
Sikap badan ini terkait saat aatlit lompat jauh sedang berada di udara menuju titik lompatan sekanjutnya. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa sikap badan ini setidaknya ada tiga jenis yakni sikap badan yang seolah menggantung, berjalan dan dan jongkok. 
2.    PENDARATAN 
Mendarat merupakan tahapan terakhir di dalam proses olahraga lompat jauh. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hendak mendarat, antara lain: 
a.       Dilakukan dengan konsentrasi serta daya sadar yang penuh agar gerakan yang tidak perlu bisa dihindari. 
b. Agar tidak terasa sakit, pendaratan harus dilakukan dengan memastikan kedua kaki sejajar dan bagian tumit mendarat pertama kali dengan posisi seperti sedang menjepit. 
c. Sebelum tumit atlit lompat jauh benar-benat menyentuh medium pendaratan, ia harus benar-benar meluruskan kakinya ke depan. Hal ini dimaksudkan agar jarak di anatar kedua kakinya tidak terlalu berjauhan. Apabila terlalu lebar jaraknya akan mengurangi jarak jauhnya lompatan yang dicapai. 
d. Saat mendarat, pastikan tumit segera berpijak agar pantat tidak mendarat di medium pasir. 
e. Setelah mendarat, pastikan tidak keluar atau kembali ke tempat awalan sebab membuat pengukuran berubah. Dan jika bergerak ke belakang tentu jarak lompat akan berkurang. 
2.2  Peraturan – Peraturan dalam Lompat Jauh
1.    Hal – hal yang harus diperhatikan/dilakukan:
·      Pelihara kecepatan sampai saat menolak
·      Capailah dorongan yang cepat dan dinamis dan balok tumpuan.
·      Rubahlah sedikit posisi lari, baertujuan mencapai posisi lebih tegak.
·      Gunakan gerakan kompensasi lengan yang baik
·      Capailah jangkuan gerak yang baik.
·      Gerak akhir agar dibuwat lebih kuat dengan menggunakan lebih besar daya
·      Latihan gerakan pendaratan
·      Kuasai gerak yang betul dari lengan dan kaki dalam meluruakan dan membengkokkan.
2.    Hal – hal yang perlu dihindari:
·         Memperpendek atau memperpanjang langkah terakhir sebelum bertolak.
·         Bertolak dari tumit dengan kecepatan yang tidak memadai.
·         Badan miring jauh kedepan atau kebelakang.
·         Fase yang tidak seimbang.
·         Gerak kaki yang premature.
·         Tak cukup angkatan kaki pada pendaratan.
·         Satu kaki turun mendahului kaki lain pada darat.
2.3  Cara mengukur lompatan pada lompat jauh:
·      Pada lompat jauh pengukuran sebetulnya sama dengan pengukuran pada loncat jangkit.
·      Pengukuran dilakukan oleh juri pengukur yang biasanya berjumlah 2 (dua) orang. 
·      Pengukuran akan dilakukan apabila lompatan tersebut dinyatakan syah.
·      Pengukuran lompatan diambil dari balok ujung balok tumpu yang terdekat dengan bak pasir, sampai pada tanda awal pendaratan.
·      Bila pelompat berjalan mundur seusai melakukan lompatan maka yang diukur adalah jarak ketika atlet tersebut mundur. Oleh karena itu ketika seusai meloncat maka atlet
·      Pada pengukuran ini diusahakan untuk seteliti sebab selisih satu cm saja akan berpengaruh. 
·      Selain itu alat yang digunakan untuk mengukur juga harus sama (hanya ada satu alat ukur). Hasil lompatan akan dicatat oleh pencatat     hasil perlombaan.

BAB III
PENUTUP
.
3.1 Kesimpulan
            Lompat jauh adalah cabang olahraga atletik yang bertujuan melompat dengan pencapaian jarak lompatan yang sejauh jauhnya. Maka untuk mencapai jarak lompat yang jauh, terlebih dahulu pelompat harus memahami unsur – unsur pokok pada lompat. Dalam lompat jauh terdapat bak lompat yang berisi pasir sebagai tempat pendaratan akhir dari melompat.
              Atletik adalah event asli dari Olimpiade pertama ditahun 776 sebelum Masehi dimana satu-satunya event adalah perlombaan lari atau stade Ada beberapa “Games” yang digelar selama era klasik Eropa. The Roman Games – Berasal dari akar Yunani murni, Roman Games memakai    perlombaan lari dan melempar. Bukannya berlomba kereta kuda dan bergulat seperti di Yunani, olahraga Etruscan memakai pertempuran galiatoral, yang juga sama-sama memakai panggung.
                Yang menjadi tujuan dari lompat jauh adalah pencapain jarak lompatan yang sejauh jauhnya. Dalam lompat jauh gaya dibagi menjadi 3 macam gaya, yaitu gaya jongkok, gaya berjalan di udara, dan gaya menggantung. Banyak hal yang perlu di perhatikan dalam olahraga lompat jauh, agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.
3.2 Saran 
Berdasarkan  pada  hasil  akhir  dari penelitian ini maka dapat diberikan saran bagi Guru Penjaskes dan pelatih untuk memperoleh hasil yang lebih baik dalam latihan daya ledak otot tungkai disarankan menggunakan bentuk latihan lompat dengan rintangan, karena sudah diuji bahwa latihan lompat dengan rintangan mempunyai pengaruh lebih baik  dari pada latihan lompat meraih sasaran di atas terhadap kemampuan lompat jauh gaya jongkok..
. 

DAFTAR PUSTAKA

Aip Syarifuddin. 1992. Atletik. Jakarta : Depdikbud. 
Aip Syarifuddin dan Muhadi. 1992/1993.  Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta :    Depdikbud. 
Bernhard, G. 1993. Atletik Prinsip Dasar Latihan  Loncat Tinggi, Jauh, Jangkit dan Loncat  Galah.  Terjemahan dari String Trainning voor. Djeugd. Semarang : Dahara Prize. 
Carr, Gerry. 2000.  Atletik  (Edisi Terjemahan). Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.  
Depdikbud. 2004.  Kurikulum 2004 Standar Kompetensi SD dan MI. Jakarta: Dharma Bhakti. 


Demikianlah Cara membuat makalah sesuai dengan Tata Bahasa yang benar. Semoga artikel saya ini bermanfaat dalam pengerjaan tugas makalah atau karya ilmiah anda. Jika anda memiliki pertanyaan atau koreksi dari artikel saya di atas jangan sungkan meninggalkannya di kolom komentar. Sekian dan terima kasih.

14 komentar untuk "Cara Membuat Makalah yang Baik dan Benar"

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. penjelasannya sangat mudah dipahami mas, dan semoga nanti kalo bikin makalah bisa bagus ya. makasih mas infonya

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Makasih gan, postingan sangat membantu saya untuk ikut belajar mengembangkan blog panduan menyusun makalah di lingkungan Polri. kasih masukan ya di blog kita: https://www.makalah-nkp.com/

    BalasHapus
  5. Kak di mohon bantuanya mampir ya kak karena disini juga ada kak

    http://selfiesss.wikidot.com
    .

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah dapat informasi bagus sekali
    jangan lupa kunjungi juga


    Baju Wanita Muslim

    BalasHapus
  7. Terimakasih, Amin semoga makalah nya jadi bagus

    BalasHapus
  8. jadi teringat waktu masih smp, tugas bikin makalah, waktu Internet belum ngetren sekarang ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha...
      jadi ingat dulu jaga warnet pas bikin ini artikel tahun 2016-an..

      sempet nangkring di page 1 google jadi pasti angkatan anak sekolah tahun 2016-an sering mampir ke artikel ini... sekarang merosot jauh... ane liat file dokumennya pada ilang.... jadi ane update dah...

      Hapus
    2. banyak artikel lama yang merosot, begitu juga dengan artikel artikel di blog saya : Info cpns dan Loker

      semangat biar bisa kembali nangkring di page 1 google

      Hapus
  9. Makasih info nya gan.

    semoga blog nya tambah maju

    AMIN

    BalasHapus